Cerita Dewasa Pemerkosaan Cewek Amoi Muda Yang Belagu dan Sombong Uhhh Ahhh
Kompas69 — Cerita Dewasa Pemerkosaan Cewek Amoi Muda Yang Belagu dan Sombong Uhhh Ahhh — Seorang
dokter wanita muda keturunan Tionghoa menceramahi Yoga begitu ia masuk
ke dalam kamar periksa, Yoga yang merasakan badannya masih sakit,
berjalan terpincang hanya bisa diam tidak menjawab.
“Saya
perhatikan cuma kalian anak-anak muda asli daerah sini saja yang suka
balapan liar. Apa udah gak sayang sama nyawa kalian..?
Dokter
muda itu masih terus berceloteh. Yoga berusaha tetap cool dengan
celotehan pedas itu. Kalau diikutkan perasaan, hatinya memang panas
dihina bergitu. Tapi karena badannya sakit dan lutut serta sikutnya
tengah dibalut dengan perban karena terjatuh dari motor maka dia
mengambil sikap diam.
Yoga
teringat peristiwa malam tadi saat dia dan teman-temannya berlomba
balapan motor liar di jalanan malam kota. Nasibnya malang karena
tergelincir di tikungan dan badannya terhempas ke jalan aspal yang
keras. Badan, lutut dan sikunya memar serta mengeluarkan banyak darah.
Nasib baik helm yang dipakainya tidak terlepas tetap melindungi
kepalanya, kalau tidak kepalanya mungkin bisa bocor.
Yoga
memilih untuk mendapat perawatan di sebuah klinik dokter umum. Dia
enggan ke rumah sakit karena para suster di sana pasti akan menyindir
hobinya itu. Tapi tak disangkanya, di klinik dokter umum ini pun sang
dokter meyinggung-nyinggung hobinya itu. Dokter keturunan cina muda itu
sungguh cantik dan Toge.. yupzz bahkan toket gedenya teramat sangat
masih kenceng, maklumlah mungkin dia masih perawan. Dokter ini pantas
jadi seorang model, fikir Yoga.
“Duduk, anda sakit apa?” Tanya dokter muda itu.
Yoga
berjalan perlahan sambil memandang ke dinding di belakang dokter yang
memakai baju dokter warna putih. Di dalam sebuah figura terlihat ijazah
dokter ini. Dr. Sinta Angeline Chie.
“Saya sakit di sini dokter,” jawab Yoga malu sambil menunjukkan selangkangannya.
“Memangnya kenapa?” tanya sang dokter.
“Terjepit resleting dokter,” jawab Yoga terputus-putus menahan malu.
“Coba
anda buka celananya dan berbaring di sana,” sambil tangannya
menunjukkan sebuah tempat tidur kecil yang dijadikan tempat pemeriksaan.
Yoga
membuka celana yang dipakainya dan berbaring di tempat tidur
pemeriksaan seperti yang diarahkan oleh si dokter Tionghoa tersebut.
Dr. Sinta memeriksa sambil memegangi batang kontol Yoga dengan tangannya yang terbungkus sarung tangan karet.
“Ini
salah kamu sendiri. Kalau saja kamu tidak membuang kulit yang
membungkusi kepala penismu ini tentu tidak akan begini jadinya.” Dr.
Sinta bersuara sambil mengelusi kepala licin kontol Yoga yang lecet.
Yoga berfikir. Salahkah aku karena aku disunat. Dokter cina ini menyalahkan aku karena kulit kulupku telah dibuang.
“Anda
tak tau kan, kulit kulup berfungsi untuk melindungi kepala penis. Kalau
kulupnya dibuang itu emangnya untuk apa?” Dr. Sinta masih mengomel.
“Saya
suka perempuan-perempuan kalian, kepala mereka ditutup dengan baik.
Tapi saya tak suka penis kalian, kulit penutup kepala malah dibuang.”
Yoga
sungguh geram saat kontolnya dihina seperti itu oleh sang dokter. Namun
perasaan marahnya tidak ditunjukkan karena lukanya sedang diperiksa.
Kalau gak bisa nahan emosi udah diterjang dokter cina itu. Malunya
semakin menjadi saat sang asisten dokter tersebut senyum-senyum ketika
Dr. Sinta terus-terusan mengomel.
“Susi! Kalau Suami kamu disunat gak?”
“Enggak, dokter,” jawab Susi yang tampak dari penampilannya berasal dari Papua.
“Kamu suka yang disunat atau gak disunat?” tanya Dr. Sinta lagi.
“Saya tak permasalahkan itu dokter. Asalkan kontol itu bisa bangun cukup keras dan bisa memuaskan saya.” Jawab Susi ringan.
Yoga geram. Dokter ni mau mengobatinya yang lagi kesakitan ini atau malah mau mengobrol dengan asistennya.
“Saya
kalau nikah nanti mau pilih yang tak disunat,” Dr. Sinta berceloteh
tanpa rasa malu kepada Yoga yang sedang dirawatnya. Atau dokter amoy ini
memang sengaja ingin memojokkan Yoga.
“Kalau ternyata dia disunat lalu bagaimana dokter?” tanya Susi.
“Sebelum dinikahi, saya pasti akan periksa kontolnya terlebih dulu. Saya perlu uji keperkasaannya.”
“Dokter tak masalah kalau nanti saat malam pertama dokter sudah tidak virgin lagi?”
“Sekarang pun saya sudah tak virgin.” Oceh mulut tipis dokter muda itu.
Yoga
hanya diam saja di atas ranjang pemeriksaan. Perasaan geramnya masih
bersisa. Rasa malu dan terhina muncul sepanjang dokter bermata sipit itu
berceloteh menganggap rendah kontol miliknya. Sang dokter terus menyapu
cairan obat ke bagian kepala kontol yang terluka. Yoga merasa pedih
ketika obat diusapkan. Sensasi geli juga ada ketika kapas obat merayap
di kepala kontolnya.
“Okay,
dah selesai. kontolmu ini berukuran kecil sekali. Tak ada perempuan
yang suka.” Sempat pula dokter muda ini menyepet Yoga dengan sinis.
Emosi
Yoga kembali tersulut bara api. Ngomongnya sih pelan tapi dalem…
Mungkin kalau dia tidak sedang sakit waktu itu juga dokter cina itu akan
diperkosanya. Kata-kata dokter tersebut melukai perasaannya. Yoga
merasa terhina.
“Aku
merasa terhina dengan dokter haram sialan itu.” Yoga menceritakan
kejadian yang menimpanya kepada Reza kawannya seminggu setelah
pemeriksaan.
“Lalu sekarang kamu mau ngapain?” tanya Reza.
“Aku mau balas dendam, biar dia rasakan batang kontolku ni,” Yoga masih menyimpan amarah.
“Kau mau ikut aku?” tanya Yoga.
“Bolehlah, aku ingin menjajal liang bool tuh amoy.”
Jam
sepuluh malam itu Yoga dan Reza sedang menunggu di depan klinik Dr.
Sinta. Satu persatu asisten dokter tersebut meninggalkan klinik. Sepuluh
menit mengamati munculah Dr. Sinta. Dia sedang memegangi kunci untuk
menutup kliniknya. Lalu dengan cepat Yoga dan Reza menerobos dan
memegangi sang dokter muda dari belakang. Sambil mulutnya dibekap badan
dokter tersebut didorong masuk ke dalam klinik.
Yoga
dibantu Reza menarik dokter amoy tersebut ke dalam ruang periksa
pasien. Lampu dinyalakan terang dan dokter tersebut dibaringkan di atas
tempat tidur untuk memeriksa pasien. Yoga mengeluarkan pisau kecil yang
disimpan dalam sakunya dan ujungnya dirapatkan ke pipi licin sang
dokter.
“Kalau kamu menjerit pisau ini akan menoreh pipimu yang cantik ini.” Yoga memberi ancaman kepada Dr. Sinta.
“Kalau mau selamat ikuti saja perintah kami,” sambung Reza.
Dengan
penuh ketakutan Dr. Sinta mengikuti saja ancaman mereka tanpa berupaya
melawan. Dua orang pria lokal yang berbadan kekar ini bisa melakukan
apapun kepada dirinya. Yoga memegang erat paha Dr. Sinta yang memakai
rok pendek berwarna hitam. Dr. Sinta hanya memejamkan matanya saat
kancing bajunya di copot satu persatu .. hingga tampaklah toket gede
dokter amoy itu.
Lalu
rok mininya yang berwarna hitam diangkat jemari Yoga keatas. Airmata
mulai jatuh keluar dari kelopak matanya saat Yoga kemudian menanggalkan
rok yang dipakainya itu sehingga menampilkan paha dan batang kakinya
yang amat putih namun memeknya masih di bungkus celana dalam berwarna
cream. Yoga menjilati paha dokter amoy itu karena terangsang menikmati
pemandangan indah di hadapannya.
“Minggu
lalu kau menghina burungku. Kau bilang burung bersunat buruk rupa. Kau
bilang lagi burungku kecil, tak ada perempuan mau. Sekarang aku mau kau
rasakan burung milikku ini.”
Dengan
perasaan yang masih takut Dr. Sinta mulia teringat pada lelaki di
hadapannya. Dr. Sinta masih ingat pemuda yang mengangkang dan dirawatnya
disini karena kepala penisnya terjepit resleting. Dr. Sinta lalu mulai
menyesal kerana telah menghina pemuda ini. Poker Uang Asli Tak disangkanya pemuda ini berdendam kepadanya.
Lalu
Dokter sinta disuruh berdiri, setelah berdiri di doronglah dokter sinta
ke tembok, hingga ia terpojok di tembok itu setelah itu dibukalah baju
dinas dokter Sinta yang berwarna putih itu… dan kini dokter sinta hanya
mengenakan Celana Dalamnya yang berwarna cream, dia hanya bisa pasrah
bersender di tembok sambil menutup mukanya.
Kenudian
dokter sinta kembali di baringkan di tempat tidur tadi dan Akhirnya
hanya celana dalam Dr. Sinta yang berwarna cream itu yang menutupi tubuh
mulusnya. Yoga pun menciumi dari ujung kaki hingga sampai ke celana
dalam Dr. Sinta.
Cerita Sex Terbaru —
Mengeliat-geliat lah Dr. Sinta diperlakukan begitu. Yoga kemudian
menarik turun celana dalam Dr. Sinta dan menampakkan gundukan memek
putih yang tertutupi dengan bulu-bulu halus warna hitam dan amat
mennggairahkan.

Comments
Post a Comment